Di perempatan Mirota. Baru jam dua belas lewat dua puluh tiga
menit, masih tiga puluh tujuh menit lagi sebelum kuliah dimulai. Aku berdiri di
dekat Angkringan, menunggu, pekerjaan yang paling tidak kusukai. Di sebelahku
seorang ibu-ibu juga sedang menunggu, beberapa tas plastik di tentengnya. Di sebelahnya,
berderet- deret penjual makanan, ada Jenang, Otak- Otak, Pukis. Di belakangnya
berderet-deret pula motor yang diparkirkan. Orang- orang berlalu-lalang di depanku.
waktu berjalan lambat ketika menunggu. Orang yang kunanti tuk menjemputku tak
kunjung datang juga.
Lima
belas menit berlalu, aku mulai gelisah. Kesal. Aku cape berdiri di sini.
Kulirik jam di ponselku, sebentar lagi kuliah akan dimulai. Badanku penuh
peluh. Jelas saja! Panas terik mentari, ditambah pepohonan yang tidak rindang.
Rasanya tambah kesal ketika klakson-klakson kendaraan di depanku
bersaut-sautan. Pada nggak suka sabar ya?? Aku juga sama!