Minggu, 24 April 2011

kehilanganmu

bulir- bulir air mata mengalir di pipiku
aku sedih...aku lunglai....aku lemah
aku tlah kehilanganmu

tiada hari tanpamu...
kau selalu temani aku
tak pernah mengeluh
hingga peristiwa itu terjadi....

aku sangat menyesal
ingin rasanya kuputar waktu
agar aku bisa kembali bersamamu
aku...
tak bisa hidup tanpamu

mentari bersinar terik
peluhku tuk mencarimu
tak bisakah kau kembali???
tak bisakah kau???

aku sangat kehilangan dirimu....

tissueku~~~

tanpamu
air mataku terus mengalir...

Rabu, 13 April 2011

cerpen yang belum selesai. . .
hahaha




Kamis, 8 April 2010. Ruang kuliah. Suntuk. Sudah belasan kali kulihat soal-soal ini, jangankan menuliskan jawaban, tahu rumusnya pun nggak. Blank, itu isi otakku sekarang. Tak sempat aku belajar untuk kuis hari ini. Semalam otakku dipenuhi oleh Diaz, dia dan kelakuan anehnya akhir-akhir ini.

Diaz duduk terpaku di bangku taman hari Senin pagi. Pandangannya kosong, entah ada dimana jiwanya sekarang. Dari kejauhan kulihat ia hanya diam saja sejak 30 menit yang lalu.

“Ra, ayo ke kantin!”ajak Tita.

“Kamu duluan aja deh, Ta. Aku masih pengen di sini.”

“Ya ampun, daritadi itu kamu tu ngeliatin Diaz?”kata Tita tak percaya.

“Lho kenapa? Emangnya salah? Udahlah kamu duluan aja. . .”kataku sambil mengibas-kibaskan tangan.

“Tapi dia kan. . .“Tita tidak sempat melanjutkan kata-katanya.

“Aku tahu.”potongku.

”Ih, pokoknya jangan sampai kamu ketularan anehnya deh!”kata Tita kemudian berlalu.

Mungkin Tita berpikir aku sinting, mungkin dia pikir aku bodoh, tapi aku benar-benar penasaran dengan Diaz. Orang aneh, begitulah teman-temanku menjuluki Diaz. Teman-teman menjauhinya disebabkan kelakuan-kelakuan anehnya semenjak masuk kuliah.





gimana ya nglanjutinnya???